jump to navigation

Jeruk Nipis November 11, 2007

Posted by titikasih in Kesehatan.
3 comments

JERUK bukan buah asing di dalam kehidupan manusia sejak ribuan tahun lalu. Walau dari 1.300 jenis jeruk yang diketahui berbentuk perdu atau pohon, hanya beberapa puluh jenis yang sudah dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi, sisanya masih tumbuh secara liar atau dimanfaatkan sebagai tanaman pembatas tanah atau tanaman pengisi lahan kosong.

Dalam kehidupan sehari-hari, jenis-jenis jeruk seperti jeruk keprok, jeruk manis, jeruk sitrun, jeruk besar, jeruk sambal, jeruk purut, jeruk nipis, jeruk madarin, jeruk siem, jeruk sunkiest, serta sederet nama lainnya lagi berperan sangat banyak.

Akan tetapi, dari segi manfaatnya, satu pun tidak ada yang menyamai atau melebihi jeruk nipis (Citrus aurantium). Karena hampir pada semua ramuan obat ataupun ramuan kecantikan tradisi di Indonesia, nama jeruk nipis, apakah air buahnya sampai ke daunnya, umum tercantum sebagai salah satu ramuan.

Kalau masyarakat Belanda, terutama yang berdiam di kota-kota besar seperti Amsterdam, Den Haag, Rotterdam, Wageningen, dsb. banyak yang sudah mengenal manfaat jeruk nipis, terutama air buahnya. Itu mungkin karena pengalaman mereka sekian ratus tahun menjajah Indonesia sehingga banyak dari pengetahuan tradisi di bidang pengobatan ataupun manfaat lainnya, kemudian dibawa pulang, atau dijadikan bahan untuk buku-buku yang jumlahnya sangat banyak yang terkait dengan kekayaan alam Indonesia.

Begitu pula masyarakat lainnya, khususnya di Amerika Serikat, juga mulai banyak yang mengenal manfaat jeruk nipis. Hal itu mungkin karena membaca topik terkait atau juga karena sudah pernah mencobanya.
(more…)

Manfaat Jambu Biji November 11, 2007

Posted by titikasih in Kesehatan.
2 comments

Jambu biji (Guava, psidium guajava linn) berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Umumnya ditanam di pekarangan dan di ladang-ladang. Pohon jambu biji merupakan tanaman perdu yang banyak bercabang, tingginya dapat mencapai 12 m. Besarnya buah bervariasi dari yang yang berdiameter 2,5 cm sampai dengan lebih dari 10 cm.

Jambu yang digemari oleh masyarakat umumnya yang berdaging lunak dan tebal, rasanya manis, berbiji sedikit dan buahnya berukuran besar. Beberapa jenis jambu biji yang diunggulkan antara lain jambu Pasar Minggu, Jambu Bangkok, jambu Palembang, jambu sukun, jambu apel, jambu sari, jambu merah dan jambu merah getas.

Beberapa jenis jambu biji yang banyak dikenal antara lain :


 

1. Jambu biji manis

Bentuk buah bulat meruncing ke pangkalnya, kulit buahnya tipis dan jika matang berwarna kuning muda. Dagingnya putih, bijinya banyak. Rasanya manis dan harum baunya.

2. Jambu biji gembos atau jambu biji susu

Bentuk buahnya bulat agak lonjong dengan meruncing kepangkalnya. Kulitnya tebal dan jika buah matang berwarna agak kuning, daging buahnya putih, bijinya tidak banyak, rasa kurang manis dan harum baunya.

3. Jambu biji delima

Bentuk buah bulat dan bermoncong dipangkalnya, kulitnya agak tebal, dagingnya warna merah, banyak bijinya, rasanya manis.

4. Jambu biji Piit (pipit)

Bentuknya bulat kecil-kecil, kulitnya tipis, buah matang berwarna kuning, daging buahnya putih rasanya manis dan harum baunya.

5. Jambu biji Perawas

Bentuk bulat lonjong lebih besar dari jenis no. 1 s/d 4, kulit tebal, buah matang berwarna kuning, dagingnya merah, bijinya tidak banyak, rasanya agak asam, baunya harum seperti jambu biasanya.

6. Jambu biji sukun

Bentuknya bulat besar, kulit tebal, buah matang warna kuning, hampir tidak berbiji, rasanya hambar, harum baunya.


(more…)

Hidup Sehat?? Gimana sih? November 11, 2007

Posted by titikasih in Kesehatan.
2 comments

Ada beberapa hal yang sering dilewatkan dalam menjalani hidup, sehingga akibat buruk dari kebiasaan ini akan datang mengganggu kesehatan kita. Hal ini bisa terjadi hanya karena kebiasaan hidup yang tidak teratur. Kebiasaan tersebut adalah antara lain melewatkan sarapan, kurang minum air putih, kurang gerak sampai dengan ngemil snack berkalori tinggi.

Menurut Pete Cohen, psikolog dan physical trainer, bahwa tidak ada manusia lahir dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan ini dipelajari saat tumbuh dewasa. Cara yang paling jitu untuk membuang kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Menurut beberapa penelitian, diperlukan pengulangan 20 – 30 kali untuk kemudian menjadi kebiasaan baru.
(more…)