About Me
–Me and my NuruL–
Aku dilahirkan didunia ini kurang lebih 20 tahun yang lalu, dari seorang ibu yang sangat baik dan sangat sayang pada keluarganya. Kedua orang tuaku memberi nama “Tiharsih” padaku. Maklumlah orang jawa, namanya simple, cukup dengan satu kata saja. Tapi aku senang dengan nama itu, karena mungkin di dunia ini cuma ada satu nama “Tiharsih” saja, yaitu aku.
Enam tahun kemudian aku disekolahkan disebuah SD di kampungku, dan enam tahun kemudian juga aku lulus. Seiring berjalannya waktu, sekarang aku sedang menjalani masa-masa kuliahku di Jakarta, yang jauh dari kedua orang tuaku. Mohon doanya aja ya buat semuanya, smoga aku bisa lulus kuliah tepat waktu.
Oya, buat siapa aja yang mau kasih komen, kritik, atau saran, monggoo……, buat masukan juga buatku untuk perbaikan blog ini.
Matur nuwun.
ok sukses selalu ti….semoga Allah SWT menjaga kita dari jatuh kedalam hal hal yg di haramkan-NYA amin.
Iyah Amiiin…Thanx yupzz ran
hai, titi. Tukeran link yuk…..
http://away.blogsome.com
Ayuuuuk….
oke titi. aku juga udah add kamu
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Boleh numpang NuliS nich he..99x
salam kenal Yach
hi titi;
…. blogmu ini tak link ke blog-ku ya …. gustomo.wordpress.com …. sukses ya ti …. suwun nggih
salam:
gustOmO
ha lah
asalamualaikum….salam kenal ajah.
Mutiara Nasehat
Dikutip dari http://www.mutiaraku.cjb.net .maturnuhun tuk ukhti muthia
MUTIARA NASEHAT
‘tuk ukhti titi dan semua wanita yang ingin menjadi istri sholihah…
Nabi -shalallahu ‘alayhi wasallam- bersabda:
“Dunia itu seluruhnya perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri sholihah” (Hadits Riwayat Muslim)
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah; jika dia menyuruhnya iapun taat, jika dilihat menyenangkan dan jika diberi mau berterima kasih, dan jika suaminya pergi maka dia menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Hadits Riwayat Ibn Majah)
“Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita dalam mengurus keluarganya, patuh terhadap suaminya, membentengi diri dari laki-laki lain, mau mendengar ucapan suami dan menaati perintahnya, dan bila bersendirian dengan suaminya, ia pasrahkan dirinya pada kehendak suaminya, serta tidak berlaku dingin kepada suaminya, seperti sikap dinginnya laki-laki” (Hadits Riwayat Thusy)
Nasihat Umamah binti Harits kepada putrinya Ummu Iyyas bin ‘Auf ketika dipinang oleh Amr bin Hijr, Raja Kindah:
“Wahai putriku, sekiranya memberi nasihat boleh ditinggalkan, maka aku tinggalkan untukmu. Nasihat itu merupakan peringatan bagi yang lain dan pertolongan bagi yang berakal sekalipun seorang perempuan tidak memerlukan harta suaminya karena orangtuanya sudah kaya. Dan aku adalah orang yang paling tidak memerlukan itu semua, tetapi perempuan itu diciptakan untuk laki-laki dan sebaliknya.
Wahai putriku, engkau keluar menghadapi suasana baru dan tempat baru yang belum pernah engkau kenal liku-likunya. Engkau juga menghadapi sahabat baru yang liku-likunya tidak engkau kenal sebelumnya. Akan tetapi, suamimu dengan kekuasaannya akan dapat menguasai dan mengawasi dirimu. Oleh karena itu, jadilah kamu laksana seorang budak, dia pun tentu akan menjadi budak bagi dirimu dan teman kesayanganmu.
Jagalah dengan baik 10 sifat, niscaya engkau menjadi penyuluh.
Pertama dan kedua, hendaklah kamu bersifat tenang dan menerima apa adanya serta mau mendengar dan taat.
Ketiga dan keempat, hendaklah kamu menjaga dengan baik mata dan hidungnya, agar dia tidak sampai melihat hal tidak baik pada dirimu; seperti jorok, dan jangan sampai mencium bau tidak enak dari dirimu. Oleh karena itu, engkau harus selalu wangi.
Kelima dan keenam, jagalah baik-baik waktu tidurnya dan waktu makannya. Bila perutnya benar-benar sudah merasa lapar, ia mudah tersinggung. Dan bila tidurnya terganggu, ia akan mudah marah.
Ketujuh dan kedelapan, hendaklah engkau jaga hartanya, perhatikan pelayan dan keluarganya. Seseorang dikatakan tidak menjaga hartanya dengan baik bila tidak pandai mengatur pembelanjaannya, dinamakan tidak memperhatikan pelayan dan keluarganya bila tidak pandai mengurusnya.
Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau durhaka kepada perintahnya dan membuka rahasianya. Kalau engkau menyalahi perintahnya, hatinya akan menjadi panas. Dan kalau engkau buka rahasianya, engkau membuatnya tidak percaya kepadamu dan tidak merasa aman darimu. Janganlah kamu sekali-kali bergembira ria di kala dia sedang murung, dan jangan kamu murung di kala dia sedang bergembira ria..” (Fiqh Sunnah 2:200)
Dan apakah ganjaran bagi istri sholihah? Rasulullah -shalallhu ‘alayhi wa sallam- bersabda:
“Bila seorang wanita sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka ia akan memasuki surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (Hadits Riwayat Thabrani)
Selamat berjuang tuk jadi istri yg sholihah!
Sungguh hidup itu penuh dengan perjuangan…
-Alfi Khair-